PEMERINTAH KOTA SAMARINDA

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Samarinda

Jl. Basuki Rahmat, Pelabuhan, Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75112

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

Webmail    Kontak Kami    E-Panel

Rapat Forkopimda Perihal Sholat Idul Adha dan Ibadah Qurban di Tengah Pandemi Agar Tidak Terciptanya Klaster Baru

Kabar DPRD    2 minggu yang lalu   
Andi Rizky Putra Pratama    12 Kali

Sumber Foto: PEMKOT

SAMARINDA. Pada Rabu pagi (14/07/2021) telah di adakannya Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kota Samarinda yang membahas mengenai persiapan warga Samarinda menjelang hari raya Idul Adha di tengah Pandemi Covid-19. Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda Dr. H. Rusmadi pada Aula Rumah Jabatan Walikota.

Beliau mengatakan "Bagaimana kita bisa menjamin berlangsungnya Idul Adha tahun ini berlangsung dengan aman dan tertib di tengah pandemi Covid-19 yang mengantipasi agar tidak menjadi klaster. Kita bersyukur Samarinda tidak masuk kategori PPKM darurat namun PPKM mikro yang diperketat". Pandemi Covid-19 di Samarinda dalam situasi tak menentu, namun berharap dengan selalu disiplin menjaga protokol kesehatan dan bersatu padu langkah bersama menghadapi pandemi Covid-19 bisa ditekan kasusnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Samarinda yang juga sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda KH. Zaini Na'im menekankan perihal ibadah sholat Idul Adha diimbau kepada masyarakat untuk dapat dilakukan di rumah masing-masing. "Dalilnya sudah jelas. Jangan membahayakan diri sendiri dan orang lain," ucapnya.

Seperti yang diketahui bahwasanya telah dikeluarkan berupa Surat Edaran Bersama Wali Kota Samarinda, MUI Kota Samarinda, Kementrian Agama Kota Samarinda dan Dewan Masjid Indonesia Kota Samarinda tentang penyelenggaraan ibadah sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban tahun 1442 H / 2021 M.

Syafruddin AH, selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Samarinda menyebutkan akan menyampaikan edaran tersebut agar benar-benar dapat diterapkan atau direalisasikan. "Yang jelas kita lebih utama menghimbau masyarakat untuk melaksanakan sholah Id di rumah masing-masing. Tetapi jika tetap melaksanakan di masjid harus mematuhi standar protokol kesehatan diantaranya memakai masker, menjaga jarak minimal 1 meter, mencuci tangan, serta jumlah yang hadir maksimal hanya 50%," ucapnya.

Mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda, Kasi Intelejen Kejari Samarinda, M. Mahdy meminta agar untuk melakukan antisipasi dengan berakhirnya PPKM mikro pada tanggal 20 Juli 2021 yang akan datang. "Pelaksanaan qurban 3 hari, khawatirnya saat tanggal 21 dan 23 Juli warga tidak patuh lagi," ucapnya. Dikatakannya masalah qurban ini menjadi perhatian besar karena masalah ini adalah salah satu kendala yang dapat menimbulkan kegiatan yang menghadirkan masyarakat. "Kita harus mengetahui kegiatan yang ada di lapangan yang bersifat dapat mengumpulkan banyak orang, maka segera kita harus mengambil langkah untuk menghindari klaster-klaster baru," tambah Mahdy.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda H. Subandi mengatakan banyak pro dan kontra dalam masyarakat atas kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah. Namun yang untuk menjadi catatan penting dalam melaksanakan ibadah di masjid ada pembatasan kapasitas hingga 50%, adalah keputusan yang bijak, maka himbauan dari kepada masyarakat menjadi perhatian bersama dan menekan masyarakat agar tidak terjadinya klaster baru Covid-19.

Pada rapat ini juga membahas tentang bagaimana upaya menjaga kelancaran dan kestabilan harga bahan pokok, distribusi air saat Idul Adha, hingga pasokan listrik dari PLN.

Wakil Wali Kota Samarinda juga menyampaikan terkait berakhirnya PPKM mikro diperketat biasanya pemerintah kota akan melakukan langkah-langkah kebijakan sebelum masa berakhirnya dengan berpedoman pada kondisi yang ada. Begitu pula terkait dengan takbiran keliling yang dimana menurutnya kegiatan tersebut dilarang. Kalaupun takbiran dilakukan di masjid, maka juga diharap melaksanakan dengan jumlah yang terbatas serta prokes oleh tahmir masjid. Beliau mengharapkan bahwasanya agar warga bisa mematuhi surat Edaran bersama tersebut termasuk ketentuan tentang penyembelihan hewan qurban dan pendistribusian daging qurban.

"Pemotongan hewan qurban dilaksanakan di rumah potong hewan (RPH) atau di tempat lain dengan memperhatikan prokes. Tidak boleh di masjid. Pembagiannya pun dengan cara mengantarkan langsung ke rumah-rumah oleh petugas untuk menghindari kerumunan," ucap Rusmadi.

Rakor dibawah koordinasi Badan Kesbangpol ini juga telah dihadiri oleh anggota Forkopimda, Perumdam Tirta Kencana, PLN Samarinda, serta Camat dan OPD terkait.


TINGGALKAN KOMENTAR

Pemerintah Kota Samarinda
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Samarinda


Jl. Basuki Rahmat, Pelabuhan, Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75112

Telp: 0541-203785
Email: dprd@samarindakota.go.id
https://dprd.samarindakota.go.id